Total Tayangan Halaman

Mangir


Selepas jalan pagi mengitari dusun, coba menengok lemari. Salah satu klangenan itu adalah keris dg dhapur kilin. Hewan mitologi dalam tradisi tiongkok yg kemudian berakulturasi apik dalam berbagai tradisi. Jawa tentu salah satu yg paling banyak mendapat pengaruh dalam berbagai variannya. Keris adl salah satu mediumnya.

Sambil menikmati keindahannya, saya lantas teringat satu kisah. Mangir namanya. Dalam novelnya, Pram mengisahkan makmurnya wilayah Mangir yg luas, subur, mandiri di bawah kuasa Demak Bintoro yang kemudian beralih ke Pajang di bawah pimpinan Sultan Hadiwijaya. Sebagai daerah yg subur, Mangir tak lepas dari incaran berbagai pihak. Menghadapinya, senantiasa ada sahabat yg membela. Aliansi Mangir-Giring dan Pengging konon salah satu aliansi kuat kala itu, dimana satu berseteru, wajib lainnya membantu. 

Dalam kisahnya, dipimpin oleh pemegang tombak pusaka Baru Klinting nan ngedap edapi, Ki Ageng Mangir Wonoboyo, daerah ini merupakan wilayah dengan beberapa kademangan yg memiliki pasukan kuat dibawah lindungan dan pelatihan Demak Bintoro pada masa jayanya. Tak hanya kuat dari segi militer, Mangir juga merupakan salah satu penyuplai logistik bagi kerajaan waktu itu. Kondisi ini disadari benar oleh para pendiri Mataram. Menaklukkan mangir adalah mengusai sumber daya alam dan pangan yang akan menyokong Mataram dalam upayanya menjadi kerajaan terbesar di tanah Jawa. Sebuah kerajaan baru yg berdiri butuh pangan, dan Mangir salah satu jawabannya. Dalam kisahnya, pada akhirnya wilayah ini takluk juga. Ditaklukkan oleh strategi jitu para pemikir Mataram kala itu.

Pelajaran apa yg bisa dipetik?

#Keris #mangir #gesikan #wijirejo #pandak #bantul #tosanaji #omahnara

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer